Indonesia Menganggap Serius Krisis Terbesar setelah tahun 1998 dan 2009

Setelah sekian lama saya dengar pemerintahan Indonesia bilang ” kita masih aman kok, tenang saja” ” Indonesia bisa dan stabil kok” dan ungkapan lainnya yang hanya sekedar untuk menenangkan, akhirnya FAKTA berbicara. Setelah sekian lama IHSG naik turun tak jelas karena berita, setelah bbc, business week, etc telah mengulas terus kegagalan kebijakan yang diambil oleh pemerintah Eropa, Hampir Bangkrutnya yunani, Akan digantikannya pemerintahan Italy karena krisis ekonomi, dan setelah Pemerintah Indonesia terus mengulas kata “TENANG”, ketidaktenangan terbaca juga.

Berikut bisa kita baca sekilas beritanya, diliput oleh tetangga kita

==================================

Tekanan dolar AS terhadap rupiah terus terjadi, bahkan dolar saat ini sudah menembus level di atas Rp 9.000. Pemerintah makin waspada dan tak mau meremehkan dampak krisis di AS dan Eropa.

Hal ini disampaikan oleh Menko Perekonomian Hatta Rajasa saat ditemui di Istana Presiden, Jakarta, Jumat (25/11/2011).

“Saya melihat memang kita tidak boleh underestimate situasi di Amerika dan Eropa. Kita harus mengantisipasi dan memperkuat pasar domestik karena harus kita akui pasar finansial itu tak stabil. Ada pengaruh dari Eropa dan AS yang belum stabil ekonominya,” tutur Hatta.

Pemerintah saat ini tidak mau percaya diri akan kekebalan ekonomi domestik terhadap krisis utang Eropa. Pemerintah akan terus memperkuat serapan pasar dalam negeri sehingga ekonomi tidak terguncang gangguan dari luar.

“Kita harus hilangkan hambatan yang ada, kebijakan responsif kita harus diperkuat. Yang penting kebijakan koordinasi antara BI dan (Kementerian) Keuangan harus kita perkuat dan memperkuat hal-hal yang berkaitan dengan regulasi supaya landasan hukum dalam mengambil keputusan juga baik,” paparnya.

Selain itu, lanjut Hatta, lesunya ekonomi Eropa dan AS ini bakal menghambat laju ekspor Indonesia. Belum lagi, China juga mengalami perlambatan ekonomi. China merupakan salah satu pasar ekspor andalan Indonesia.

“Walaupun porsi ekspor terhadap PDB kita itu sekitar 25%, tapi jangan menganggap enteng persoalan Eropa dan AS, bagaimana respons kita menghilangkan hambatan antar pulau kita, mencermati betul apa-apa yang kita impor,” katanya.

Lalu yang terpenting juga pemerintah akan menjaga daya beli masyarakat serta menekan inflasi.

=============================================

Semoga media juga semakin membantu perekonomian Indonesia, karena banyak sekali kekacauan yang terjadi malah kadang disebabkan oleh berita yang disebarkan.

Untuk diketahui bahwa, ini bukanlah tragedi , ini hanya indikasi saja, jadi untuk siapapun yang mempunyai lahan investasi, mungkin ada baiknya untuk  terus menggali informasi untuk mencegah kerugian yang berkelanjutan.

Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: